untitled
Kepada raga yang tak lagi menyapa, sesuatu yang lebih berharga dari rasa suka - kabar yang entah munculnya darimana. Binar kota kian meredup, aku mendengar peristiwa bagus yang tersirat angin itu pada mata yang turut terlelap. Baiknya waktu yang mendahulu, secara lepas perasaan bisa tersampaikan. Buruknya seiring terbenam matahari, yang tak luput kusesali.
Kepada sosoknya, betapa cerahnya pagi ini jika kau berkenan menyinari, lagi.
Komentar
Posting Komentar