Postingan

untitled

Gambar
Kepada raga yang tak lagi menyapa, sesuatu yang lebih berharga dari rasa suka - kabar yang entah munculnya darimana. Binar kota kian meredup, aku mendengar peristiwa bagus yang tersirat angin itu pada mata yang turut terlelap. Baiknya waktu yang mendahulu, secara lepas perasaan bisa tersampaikan. Buruknya seiring terbenam matahari, yang tak luput kusesali. Kepada sosoknya, betapa cerahnya pagi ini jika kau berkenan menyinari, lagi.

siklus

Gambar
The weather's always changing. Yang indah kala dimanja sinarnya, muram diguyur hujan, dan sirna terhembus angin. Biarkan ini mengalir, sejalan dengan alasan dan tujuan.  Bersuka dan duka dengan semestinya, tak berlebihan jika kita bukan semestanya. __

^^

Gambar
Ya, sudah seharusnya saya belajar untuk lebih memahami antara kebetulan dan takdir. Kebetulan yang terkadang datang dengan berbagai alasan, tetap ada atau tiada setelahnya. Menyambut hangat sukanya, serta melapangkan dada terhadap duka yang bisa saja dibawanya. Kebetulan yang memang dihadirkan untuk menyadarkan, untuk menatap hidup tidak hanya sebatas langit-langit kamar. Sedangkan takdir, sepertinya sesuatu yang sulit untuk saya tebak. Sejauh apapun saya berlari pada apa yang dinamai takdir, garis akhirnya hanya dipertemukan dengannya kembali. Bukan semesta tidak menyetujui apa yang telah saya siapkan, terkadang memang selalu ada persimpangan yang lebih baik ditiap titik kebuntuan. Terlebih saya harus menyadari bahwa apa yang saya inginkan belum tentu saya butuhkan. Dan satu-satunya cara untuk membuat takdir itu istimewa, tiada lain yaitu berprasangka baik untuk sesuatu yang belum sepenuhnya kita lihat.

an

Gambar
Berlarilah, sesuatu yang kamu anggap  benar memang pantas untuk dikejar. Tak banyak opsi untuk kesalahan sepertiku, memperbaiki dan tetap menunggunya disini mungkin hanya akan memberi pilu tersendiri. Tak apa, seperti kalimatku yang pertama, kamu sudah cukup benar dalam pandanganku.

kan?

Gambar
Kamu tahu? Binar rembulan malam itu terlihat redup dimataku, bukan apa, ia kalah oleh pesonamu.

;

Gambar
Untukmu, tak hentinya kubisikan perasaan ini disepanjang jalan, tiap kata yang terangkai menjadi bait, berjatuhan dengan derasnya air hujan. tentang sebuah ikatan yang selalu kuusahakan berjalan walau tak memiliki alasan. Untukmu, aku tidak takut sekeras dan sesering apa kita beradu ego, sebab apapun yang bersangkutan denganmu itu sudah menjadi satu dari sepuluh bahagiaku. Untukmu, menetaplah lebih lama, menarilah lebih lincah, lagi dan lagi.

10

Gambar
Setiap kali sunyi menghampiri, khayalku kau berada disini. Lengkungan senyum yang terukir dibibirmu serta tawa indahmu bak syair puisi selalu datang dalam pikiranku, seolah itu menjadi suatu bagian yang tidak boleh ditiadakan. Setiap candamu selalu menjadi candu bagiku. Entah apa yang ada pada dirimu - membuatku rindu pada sesuatu yang semu.  Jika saja aku diperkenankan bernegosiasi dengan waktu, mungkin aku akan memintanya kembali pada detik kau berada disampingku. Sedetik saja untuk kusampaikan rindu, sebelum detik berikutnya aku kau tinggalkan dengan rindu yang tak bertuan.